Site icon CIC Sydney

Kisah Perempuan yang Berzinah – Sebuah Refleksi Kasih dan Pengampunan

Umat CIC Sydney ytk

Dalam Injil Yohanes 8:1-11, kita disajikan dengan kisah yang menyentuh hati, yaitu kisah perempuan yang tertangkap dalam perzinahan dan dibawa di hadapan Yesus oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Mereka berharap untuk menjebak Yesus, namun bukannya itu yang terjadi, Yesus justru menunjukkan kasih dan pengampunan yang luar biasa. 

Makna mendalam dari Yohanes 8:1-11: 

  1. Keadilan dan Belas Kasih: Kisah ini menyoroti keadilan dan belas kasih Tuhan, yang tidak hanya menghukum, tetapi juga memberikan kesempatan untuk pertobatan. 
  2. Menghargai Martabat Perempuan: Yesus mengangkat martabat perempuan yang dianggap berdosa, menunjukkan bahwa setiap orang, termasuk perempuan, memiliki nilai dan hak untuk dihormati. 
  3. Menolak Penghakiman: Kisah ini mengajarkan kita untuk tidak menghakimi sesama, melainkan untuk menunjukkan kasih dan belas kasih, serta memberikan kesempatan untuk berubah. 
  4. Kesadaran Dosa: Yohanes 8:1-11 juga mengingatkan kita akan dosa kita sendiri dan kebutuhan akan pengampunan Tuhan. 
  5. Tuhan Lebih Menyayangi Kehidupan:Tuhan lebih memilih kehidupan dan pertobatan daripada hukuman dan kematian.
  6. Peran Yesus sebagai Penyelamat:Kisah ini memperlihatkan peran Yesus sebagai penyelamat dan pengampun dosa, yang datang untuk menyelamatkan umat manusia. 
  7. Menghindari Sikap Pura-Pura Suci: Orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang merasa suci dan tidak berdosa, sebenarnya juga adalah orang-orang berdosa yang membutuhkan pengampunan. 
  8. Menghindari Penghakiman:Yesus mengajarkan kita untuk tidak menghakimi sesama, melainkan untuk menunjukkan kasih dan belas kasih

Relevansi bagi Kita Hari Ini

Umat CIC Sydney ytk,

Kisah perempuan yang berzinah memiliki relevansi yang sangat besar bagi kita hari ini: 

Kesimpulan: 

Kisah perempuan yang berzinah adalah kisah yang penuh dengan kasih, pengampunan, dan kesempatan baru. Mari kita belajar dari kisah ini dan menerima kasih dan pengampunan yang ditawarkan oleh Yesus kepada kita semua. Di satu sisi, perempuan yang berzinah mewakili kita orang berdosa, yg seringkali jatuh dalam lembah dosa dan merasa tidak pantas di hadapan Tuhan. Di sisi lain, orang Farisi dan Ahli Taurat juga mewakili kita yang sering merasa suci dan punya hak untuk menghakimi orang lain. Maka, kini saatnya kita bertobat, entah kecenderungan kita seperti perempuan yg berzinah ataupun orang Farisi dan Ahli Taurat. Mari kita juga berusaha untuk hidup dalam kasih dan pengampunan kepada sesama, karena kita semua adalah bagian dari keluarga Allah

Ametur

RP. Agustinus Handoko HS MSC

Chaplain to the Indonesian Community

193 Avoca St, Randwick NSW 2031

PO BOX 309, Randwick NSW 2031

Email: hanhanmsc@yahoo.com atau Chaplain@cicsydney.org

Exit mobile version